Ikan Matahari ( Mola Mola )

Posted by ardiz pratama On Minggu, 20 November 2011 0 komentar


Ikan mola mola atau ikan matahari samudra adalah salah satu ikan yang unik, bentuknya yang bulat dan pipih serta sirip yang terletak di bagian punggung dan perutnya yang runcing menjadikan ikan ini berbeda dengan jenis yang lainnya.


ikan ini bergerak sangat lamban dan sebagian ahli menggolongkan ikan ini ke dalam jenis plankton karena cara berenang ikan ini yang tidak bisa melawan arus dan cenderung terbawa arus. makanan kesukaan ikan ini adalah ubur-ubur, makanya di perairan yang banyak ubur-ubur ikan ini sangat melimpah. Ukuran ikan mola-mola bisa mencapai panjang 1 meter. Ikan ini memiliki berat rata-rata 1.000 kg (2.200 lb). Spesies ini berasal dari tropis dan subtropis perairan di seluruh dunia.

Mola mola adalah ikan yang luar biasa. Berbeda dengan ikan lain pada umumnya, Mola mola nyaris tidak memiliki sirip ekor (caudal fin) tetapi Mola mola justru memiliki clavus, yang merupakan bentuk sambungan antara sirip atas/punggung dan sirip bawah/perut. Clavus mengambil posisi tumbuhnya sirip ekor yang terdapat seperti pada ikan lainnya. Clavus ini berbentuk pendek, melebar, serta membujur di bagian bawahnya. Para ahli menyebut bentuk ini dengan sebutan ossicles. Beberapa karakter yang membedakan spesies ini dari empat anggota famili yang sama adalah jumlah ossicles dan perbedaan gurat sisi yang tampak pada bagian posterior (sirip atas) serta di bagian akhir tubuhnya dimana denticles (struktur tubuh) pada kulit berubah drastis dari kasar hingga sangat lembut.



Menurut catatan para ahli Australian Museum Ichthyology, Mola mola tersebar di seluruh dunia khususnya di perairan yang bersuhu hangat. Di Australia, Mola mola tercatat hidup sekitar pesisir tengah New South Wales hingga Tasmania dan kemudian ke arah Mandurah, di Australia barat. Mola mola ditemukan di perairan laut dalam samudera, tetapi terkadang muncul juga di permukaan ataupun perairan dangkal. Karena memiliki sirip atas yang panjang, tidak jarang saat muncul di permukaan air, oleh para pelaut dan nelayan, Mola mola sering disangka hiu oleh para nelayan maupun pelaut.

ikan matahari cenderung tidak berbahaya bagi manusia tetapi pada beberapa kasus, ikan matahari bisa menyebabkan kapal tenggelam, karena ikan tersebut gerakannya lambat sehingga tidak bisa menghindar ketika ada kapal dan menyebabkan terjadinya tabrakan. kulit ikan matahari tidak bersisik melainkan licin dan mempunyai lapisan seperti cangkang yang mempunyai ketebalan sekitar 7,5 cm dan menurut penelitian ikan ini tidak tembus dengan peluru.



Berita tentang Mola mola yang tersangkut kapal bukan kali pertama ini terjadi. Pada 18 September 1908 kapal uap Fiona bernasib serupa. Fiona yang sudah berlayar 65 km dari Sydney, mengalami goncangan yang cukup kuat. Kapal inipun melambat ke tepian dan salah satu awak kapal melihat Mola-Mola tersangkut pada baling-baling kapal. Mola mola kemudian diangkat. Saat diukur Mola mola yang tersangkut ini memiliki ukuran panjang 3.1 m dan tinggi 4.1 m. Ukuran ini merupakan ukuran Mola mola terbesar yang pernah diketahui.

Mola Mola, demikian nama ikan ini lebih dikenal, atau Sun Fish. Ikan langka ini menjadi perburuan para penyelam dan photographer dari seluruh dunia. Beruntung,Indonesia tepatnya di Bali menjadi siklus penampakan jenis ikan ini. Tidak tahu kenapa, ikan ini muncul di tempat yang sama setiap bulan Juli–September di sekitar Nusa Penida atau kadang Topekong, Candi Dasa. Kunjungan wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara di Kabupaten Klungkung, khususnya Nusa Penida (Lembongan) tergolong stabil.
Wisatawan datang ke Lembongan umumnya tertarik dengan wisata laut (perairan). Karena terdapat ratusan spesies ikan dan hewan laut lainnya. Salah satunya yang paling menarik minat wisatawan adalah ikan mola-mola. Ikan langka yang keberadaannya di Indonesia hanya di dua tempat yakni perairan Lembongan dan satu lagi diperairan pulau lain (NTT atau Kaltim). Ikan mola mola di perairan Lembongan jauh lebih mudah diakses oleh penggemar wisata laut seperti diving (menyelam).




Mola Mola termasuk jenis pelagics yang hidup diperairan dalam, sampai sekitar maksimal 600 meter. Ikan ini adalah jenis yang hidup di lautan tropis dan temperate–antara katulistiwa dan lingkar kutub. Ia hidup di temperature 10 derajat celcius ke atas. Sifat lainnya adalah kebiasaan melakukan cleaning station di permukaan air. Ini merupakan cara ia mencari makan, dengan mengkonsumsi plankton dan sekaligus menghangatkan tubuhnya dengan sinar matahari. Sebagian para ahli memprediksi ini cara mereka men’charge’ tubuhnya sebelum menyelam di kedalaman yang dingin.

Selain penyelaman, kekhawatiran hilangnya mola mola juga akibat aktivitas pengeboman ikan yang dilakukan sejumlah nelayan masih marak. Padahal sejak lama sudah dikeluhkan. Selain mengancam spesies ikan mola mola, pengeboman ikan juga telah merusak terumbu karang yang notabene pelindung ikan laut. Setidaknya, belasan titik terumbu karang ditengarai mengalami kerusakan dengan radius 15-30 meter. Kalau terumbu karangnya tak diselamatkan, dipasti kan ikan mola mola ikut terkena imbas.

0 komentar:

Poskan Komentar